MEDIA MATA BIND BEKASI ,- Tumpukan sampah di Bantargebang bukan sekadar gundukan sisa konsumsi ia adalah monumen kontradiksi bagi Bekasi. 10/01/2026
Di satu sisi, "gunung" ini merupakan aset ekonomi yang mengalirkan pundi-pundi Rupiah melalui Dana Hibah Bau dan retribusi pengolahan, Dimana yang menjadi salah satu tulang punggung pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi.
Dimana sampah dalam konteks ini, telah berubah menjadi komoditas dan sumber pendapatan daerah.
Namun, di balik aliran dana tersebut, Kota Bekasi sedang menabung krisis lingkungan yang sangat masif.
Dimana Rembesan air lindi atau yang biasa disebut dengan (leachate) yang mengancam air tanah, lalu polusi udara yang mengepung pemukiman, hingga risiko longsor tumpukan sampah menjadi harga mahal yang harus dibayar warga sekitar.
Selain itu juga Dampak kesehatan jangka panjang bagi masyarakat lokal adalah sisi gelap yang tak bisa ditutup-tutupi hanya dengan kompensasi finansial.
Kota Bekasi berada di persimpangan jalan dimana Ketergantungan pada pendapatan dari "bisnis sampah" tidak boleh membuat pemerintah terlena. Yaitu Visi Smart City yang diusung harus mampu menghadirkan teknologi pengelolaan sampah yang lebih hijau dan berkelanjutan, bukan sekadar memindahkan masalah ke halaman belakang.
Bantargebang harus bertransformasi dari sekadar tempat pembuangan akhir menjadi pusat energi terbarukan jika kita tidak ingin pembangunan masa depan Bekasi terkubur di bawah gunungan masalahnya sendiri.
Red/riyan

Posting Komentar
MEDIA MATA BIND