MEDIA MATA BIND SUMENEP - Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalami kekosongan alias dijabat oleh Penjabat (Pj) ataupun Pelaksana tugas (Plt). Kekosongan ini menimbulkan kekhawatiran publik lantaran hampir menyentuh lapisan jabatan strategis birokrasi baik di tingkat daerah, maupun tingkat kecamatan.
Kondisi tersebut tentu dampaknya akan berpengaruh terhadap kualitas kebijakan publik termasuk efektifitas pelayanan dan kerja-kerja birokrasi atau tugas-tugas pemerintahan itu sendiri.
Selain itu, kondisi kekosongan sejumlah jabatan strategis yang tidak hanya terjadi pada Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di sejumlah OPD, tetapi juga merambah pada posisi krusial, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) yang hingga kini masih dijabat oleh Pj Sekda.
Lebih jauh lagi, kekosongan jabatan juga terjadi pada level administrator di kecamatan, termasuk posisi Camat dan Sekretaris Camat di sejumlah wilayah.
Situasi tersebut dapat berpengaruh pada stabilitas dan tata kelola pemerintahan serta menurunkan efektivitas pelayanan publik. Sebab, jabatan-jabatan tersebut memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan, koordinasi lintas sektor, serta pelaksanaan program pembangunan daerah kedepan. Minggu (11/12/2026)
Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, R. Ach. Syahwan Effendi, mengakui bahwa kondisi kekosongan JPT di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memang dapat mempengaruhi, namun tidak menghambat kerja-kerja birokrasi.
"Kalau berpengaruh iya, tapi kalau kemudian menghambat aktivitas dan menganggu pelayanan tidak. Memang kalau yang namanya Plt kan tidak ada definitif nya, kemudian di Plt kan," ujar Syahwan Effendi, Kamis (8/1/2026).
Lanjut, Syahwan mencontohkan dirinya yang saat ini juga merangkap sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
"Seperti saya kan juga Didukcapil sekarang. Tapi pada umumnya di tempat definitif nya sudah bisa berjalan. Artinya tidak terlalu berpengaruh," ujarnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi komunikasi turut membantu menjaga kelancaran koordinasi.
"Kita kan tidak hanya bertatap muka. Sekarang komunikasi via telpon, Zoom dan sebagainya itu bisa dilakukan. Artinya memanfaatkan teknologi itu memudahkan untuk melakukan koordinasi dengan siapapun," pungkasnya.

Posting Komentar
MEDIA MATA BIND