Proyek Fiber Optik Tinggalkan Jalan Berlubang, Warga Pejuang Terancam Celaka


MEDIA MATA BIND Bekasi – Proyek penggalian jaringan fiber optik (FO) di wilayah Kaliabang Ilir RW 007, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, menuai keluhan warga. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat bekas galian yang tidak diperbaiki secara layak, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari dan saat hujan.12/01/2026

Ketua RW 007, Maman Ahmad Damanhuri, SH, bersama warga setempat menyatakan keresahan atas kondisi tersebut.

“Kerusakan yang ditimbulkan harus dipertanggungjawabkan. Ini bahaya, tidak bisa main-main,” tegas Maman.

Seorang warga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan akibat galian jaringan telekomunikasi, khususnya fiber optik, sudah sering terjadi dan seharusnya tidak lagi terulang.

“Yang sering membuat jalan rusak itu proyek telekomunikasi, terutama pekerjaan fiber optik. Banyak sekali lubang-lubang bekas galian yang tidak dibereskan dengan baik,” ujarnya.

Warga menilai meskipun pekerjaan di lapangan dilakukan oleh pihak kontraktor, perusahaan pemilik jaringan tetap harus bertanggung jawab penuh hingga pemulihan jalan benar-benar selesai.

“Perusahaan besar seharusnya mengawasi kontraktornya. Jangan hanya awasi jaringan, tapi juga pastikan jalan dikembalikan seperti semula. Ini menyangkut keselamatan warga,” tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah lubang bekas galian memang telah disemen, namun tidak rata dengan badan jalan dan dikerjakan secara asal-asalan.

“Kalau pengendara terlalu ke pinggir dan tidak sigap, bisa jatuh. Ini sangat berbahaya,” keluh warga lainnya.

Kondisi tersebut diperparah oleh penimbunan yang tidak padat serta penggunaan material bekas galian yang tidak sesuai standar, seperti tanah bercampur batu, sehingga permukaan jalan menjadi tidak stabil dan mudah rusak kembali.

Akibatnya, ruas jalan yang sebelumnya mulus kini berubah menjadi bergelombang dan berlubang, mengancam keselamatan pengendara sepeda motor, pejalan kaki, serta pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Rizal, warga setempat sekaligus awak media, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Lurah Pejuang melalui pesan WhatsApp.

“Pak Lurah menyampaikan bahwa banyaknya lubang bekas galian kabel optik itu sudah dilaporkan ke DBMSDA, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar Rizal.

Warga berharap Pemerintah Kota Bekasi dan instansi terkait segera turun tangan untuk memaksa pihak perusahaan dan kontraktor memperbaiki seluruh kerusakan jalan, sebelum memakan korban jiwa.


Red/rzl

Post a Comment

MEDIA MATA BIND

Lebih baru Lebih lama