Jadi Bintang di Resepsi HAB ke-80 Kemenag RI, Gus Abdul Adim Yasin Raih Juara 1 Anugerah Penyuluh Agama


MEDIA MATA BIND SUMENEP – Gus Abdul Adim Yasin menjadi sorotan utama dalam Resepsi Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kemenag Sumenep. Penghargaan bergengsi, Anugerah Penyuluh Agama, berhasil diraih oleh Gus Abdul Adim Yasin, membuatnya menjadi bintang di acara tersebut.

Dalam acara yang diadakan di Kemenag Sumenep, Gus Abdul Adim Yasin menerima penghargaan atas dedikasinya sebagai penyuluh agama yang berprestasi. Keberhasilannya ini tidak hanya mengharumkan nama Kemenag Sumenep, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam menyebarkan nilai-nilai agama dan kebaikan di masyarakat.

Resepsi HAB ke-80 Kemenag RI ini menjadi momentum penting bagi Kemenag Sumenep untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penyuluhan agama di wilayahnya. Dengan Gus Abdul Adim Yasin sebagai contoh inspiratif, Kemenag Sumenep diharapkan dapat terus melahirkan penyuluh agama yang berprestasi dan berdedikasi tinggi.

Graha Wicaksana Abdi Negara menjadi saksi bisu momen bersejarah bagi jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Selasa (13/1/2026). Di tengah ribuan pasang mata Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tamu undangan yang memadati Resepsi Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kemenag RI sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, nama Gus Abdul Adim Yasin menggema sebagai sosok yang paling bersinar.

Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Pasongsongan ini sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Juara 1 Anugerah Penyuluh Agama. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Kyai Abdul Wasid, M.Pd.I, didampingi oleh Kasi Bimas Islam, Gus Muhammad Mabrur.

Momen penyerahan penghargaan terasa kian istimewa karena disaksikan langsung oleh dua tokoh muda inspiratif dari Pondok Pesantren Lirboyo, Gus Ahmad dan Ning Sheila, yang hadir sebagai penceramah utama.

Prestasi yang diraih Gus Abdul Adim bukanlah kebetulan semata. Dikenal dengan inovasi dakwahnya yang menyentuh aspek lingkungan melalui program "Taubat Ekologi", Gus Adim dinilai berhasil membawa wajah penyuluh agama yang tidak hanya pandai berdakwah di mimbar, namun juga berdampak nyata bagi kelestarian alam dan pemberdayaan umat.

Usai menerima penghargaan, Gus Abdul Adim Yasin menyampaikan tanggapannya dengan penuh kerendahan hati.

"Prestasi ini sejatinya adalah bagian dari proses belajar. Ini bukan akhir, melainkan pemicu semangat bagi saya pribadi untuk semakin berdaya," ujarnya.

Gus Abdul Adim Yasin berharap, agar apa yang Ia lakukan bisa semakin berdampak manfaat yang luas di tengah-tengah masyarakat.

"Rasa terimakasih kepada Kepala Kankemenag Sumenep, kasi bimas islam, Kepala KUA Pasongsongan, dan ketua IPARI Sumenep yang selama ini memberikan dorongan motivasi agar saya menjadi bagian dari solusi di tengah tengah masyarakat," ucap Gus Adim kepada awak media.

Kebanggaan mendalam turut dirasakan oleh Kepala KUA Kecamatan Pasongsongan, Kyai Muhammad Sadik. Ia menilai pencapaian Gus Adim adalah bukti bahwa dedikasi tulus di akar rumput akan selalu membuahkan hasil yang manis.

"Saya sangat bangga dengan pencapaian yang diraih oleh Gus Abdul Adim Yasin. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi penyuluh agama yang lain, khususnya di lingkungan KUA Pasongsongan, agar terus berlomba-lomba menebar manfaat," tutur Kyai Sadik.

Diketahui bersama, Resepsi yang dimulai sejak pukul 12.00 WIB ini berlangsung khidmat dan meriah. Acara diawali dengan tawassul, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dan lantunan Sholawat Nabi yang menyejukkan hati. 

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Sumenep menekankan pentingnya transformasi layanan umat di usia Kemenag yang ke-80 ini.

Puncak acara diisi dengan tausyiah (mauidhoh hasanah) oleh pasangan dakwah fenomenal, Gus Ahmad dan Ning Sheila, yang mengupas hikmah Isra’ Mi’raj dalam konteks kehidupan modern dan keluarga. 

Ribuan ASN beserta keluarga besar Kemenag Sumenep tampak antusias menyimak pesan-pesan moral yang disampaikan.

Selanjutnya, acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, di mana Gus Abdul Adim Yasin, dengan piagam penghargaan di tangan, berdiri sejajar dengan para petinggi Kemenag dan tamu kehormatan, mengabadikan momen kemenangan yang akan menjadi inspirasi bagi para penyuluh agama di masa depan.

(Ong)

Post a Comment

MEDIA MATA BIND

Lebih baru Lebih lama