MMB SUMENEP - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Aula Potre Koneng kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Sumenep, pada Senin (14/9), berlangsung penuh makna. Dengan mengusung tema "Menghidupkan Cinta, Meneladani Sunnah," diikuti sejumlah pejabat Eselon III dan IV, Ketua DWP Bappeda beserta anggota, serta jajaran PNS dan PPPK di lingkungan Bappeda Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
"Kegiatan diawali dengan santunan kepada 10 anak yatim. Kemudian diisi pembacaan Al-Qur’an, lagu Indonesia Raya, dan shalawat Mahallul Qiyam bersama Banjari Yassir Siratul Islam," jelas Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto. Selasa (15/9/2026)
Dalam sebutannya, Arif Firmanto menyampaikan, cinta kepada Rasulullah harus tumbuh dalam akhlak, kepedulian, dan tanggung jawab kita saat menjalankan amanah.
Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW penting diterapkan dalam lingkungan kerja. Nilainya harus hadir melalui pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
"Semoga Maulid ini menguatkan kebersamaan dan mendorong kita bekerja lebih amanah, berintegritas, serta memberi manfaat bagi masyarakat,” terangnya.
KH. Mohammad Rosyid MZ, S.Pd.I., pengasuh pondok pesantren di wilayah Pordapor, menyampaikan ttausiyah keagamaan. Ia mengajak peserta tidak hanya mengaku mencintai Rasulullah, tetapi membuktikannya melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Cinta kepada Rasulullah tidak cukup diucapkan. Ia harus dibuktikan melalui akhlak dan perilaku yang mengikuti sunnah,” tukasnya.
Lanjut KH. Mohammad Rosyid menyampaikan, meneladani Rasulullah berarti menjaga kejujuran, amanah, kasih sayang, serta kepedulian kepada sesama dalam setiap keadaan.
Menurutnya, meneladani sunnah berarti menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan, termasuk saat menjalankan amanah dan melayani masyarakat.
Santunan bagi 10 anak yatim menjadi simbol kepedulian dalam peringatan tersebut. Pesan sosial itu memperkuat makna Maulid sebagai momentum berbagi dan menumbuhkan kasih sayang.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa, dan ramah tamah. Suasana kebersamaan terasa kuat di antara seluruh keluarga besar Bappeda Sumenep. Melalui Maulid Nabi, Bappeda Sumenep berharap semangat menghidupkan cinta dan meneladani sunnah terus menjadi bagian dari budaya kerja aparatur.
(Ong)

Posting Komentar
MEDIA MATA BIND