Harlah Ke-18 PGM Indonesia, PGM Award 2026 Berikan Apresiasi bagi Kepala Daerah dan Guru Berprestasi


MMB BOGOR – Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-18 yang dirangkaikan dengan PGM Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang dinilai memiliki komitmen dalam memajukan pendidikan madrasah di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, anggota DPR RI, pengurus organisasi, serta ratusan guru madrasah dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum tahunan itu menjadi ajang penghargaan sekaligus refleksi perjalanan organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan dan kualitas guru madrasah.

Ketua Umum PGM Indonesia mengatakan, PGM Award merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada individu maupun lembaga yang telah memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan madrasah.

“Tahun ini kami memberikan penghargaan dalam beberapa kategori, mulai dari kepala daerah, anggota DPR RI, pengurus organisasi, hingga guru madrasah yang memiliki prestasi dan dedikasi luar biasa,” ujarnya.

Pada kategori pemerintahan, penghargaan diberikan kepada sejumlah gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wali kota yang dinilai memberikan perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan guru madrasah di daerah masing-masing. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada anggota Komisi VIII DPR RI yang dinilai aktif bersinergi dalam memperjuangkan kepentingan pendidikan madrasah.

Sementara itu, pada kategori guru berprestasi, PGM Indonesia memberikan penghargaan kepada para pendidik yang berhasil menunjukkan prestasi di bidang akademik, inovasi pembelajaran, maupun kreativitas. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi guru madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Ketua Umum PGM Indonesia menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak diberikan semata-mata sebagai bentuk seremonial, melainkan berdasarkan kontribusi nyata penerima dalam mendukung kemajuan guru madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, PGM Indonesia juga menyampaikan perkembangan organisasi yang terus mengalami peningkatan. Jika pada awal kepengurusan hasil Musyawarah Nasional (Munas) ketiga organisasi baru hadir di tiga provinsi, kini PGM Indonesia telah berkembang menjadi 27 provinsi dengan kepengurusan yang menjangkau 187 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Keberhasilan itu, menurutnya, menjadi bukti semakin besarnya kepercayaan guru madrasah terhadap organisasi sebagai wadah perjuangan profesi.

Namun di balik suasana perayaan Harlah, PGM Indonesia juga menyampaikan pesan penting kepada pemerintah mengenai masih adanya persoalan yang dihadapi guru madrasah swasta.

PGM Indonesia menilai sebagian besar guru madrasah swasta masih belum memperoleh kesempatan yang setara untuk mengikuti seleksi ASN maupun PPPK karena adanya ketentuan yang mensyaratkan tenaga honorer berasal dari instansi negeri.

“Kami hanya meminta adanya kesetaraan kesempatan. Guru madrasah swasta juga berhak mengikuti seleksi ASN dan PPPK sebagaimana tenaga honorer lainnya,” tegas Ketua Umum PGM Indonesia.

Sebagai bentuk keseriusan memperjuangkan aspirasi tersebut, PGM Indonesia berencana mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terhadap pasal yang dinilai menghambat kesempatan guru madrasah swasta mengikuti seleksi ASN dan PPPK.

Melalui peringatan Harlah ke-18 dan PGM Award 2026, PGM Indonesia berharap penghargaan yang diberikan mampu mendorong lahirnya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang lebih maju serta memberikan keadilan bagi seluruh guru madrasah di Indonesia.

Riyan

Post a Comment

MEDIA MATA BIND

Lebih baru Lebih lama