![]() |
| Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH,MH., saat Acara Pelantikan Tim Cagar Budaya Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (5/5/2026). |
MMB SUMENEP - Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo secara resmi melantik Tim Ahli Cagar Budaya (TABC) Kabupaten Sumenep pada Selasa (5/5/2026), di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H menyampaikan, pelantikan TACB ini merupakan langkah dan solusi konkrit pemerintah kabupaten Sumenep agar warisan budaya tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
Achmad Fauzi Wongsojudo juga menegaskan bahwa TACB tidak boleh hanya hadir sebagai pelengkap administrasi, melainkan dituntut menjadi aktor kunci dalam menjaga sekaligus menentukan arah pelestarian warisan sejarah daerah.
"TACB bukan sekadar formalitas. Tim ini punya peran vital dalam menentukan apakah sebuah objek layak ditetapkan sebagai cagar budaya atau tidak, sehingga kajiannya harus objektif, komprehensif, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Selain itu kata Bupati, hasil kajian TACB akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan strategis, khususnya terkait penetapan status cagar budaya.
"Setiap rekomendasi TACB menjadi rujukan penting bagi pemerintah. Karena itu, hasil kajian tidak boleh asal-asalan, melainkan harus berbasis data ilmiah dan analisis yang kuat,” tegasnya.
Menurutnya, peran TACB juga selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang menitikberatkan pentingnya pendekatan ilmiah dalam pelestarian budaya.
Lebih jauh, Bupati Fauzi mendorong TACB tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat.
"TACB harus hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi dan pemahaman bahwa menjaga cagar budaya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” harapnya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak boleh mengabaikan nilai sejarah yang menjadi identitas masyarakat Sumenep.
“Pembangunan harus berjalan beriringan dengan pelestarian. Kita tidak boleh maju dengan cara menghapus sejarah, justru sejarah itu harus menjadi kekuatan daerah,” jelasnya
Lebih lanjut, Bupati meminta TACB mampu membangun sinergi lintas sektor agar pelestarian budaya tetap berjalan di tengah dinamika pembangunan.
"Saya berharap TACB bisa bekerja optimal, bersinergi dengan semua pihak, dan mampu menghadirkan solusi konkret agar warisan budaya kita tetap terjaga di tengah arus modernisasi," pungkasnya.
Adapun anggota TACB Kabupaten Sumenep yang dilantik yakni; Ibnu Hajar, Mohammad Hairil Anwar, Ja’far Shodiq, Moh. Farhan Muzammily, dan Faiq Nur Fikri.
Dengan penguatan peran tersebut, TACB diharapkan menjadi pilar penting dalam menjaga kekayaan sejarah Sumenep agar tetap lestari dan relevan bagi generasi mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir Wabup, KH Imam Hasyim SH MH, Sekdakab, Kadisbudporapar, perwakilan Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
(Ong)


Posting Komentar
MEDIA MATA BIND