MMB SUMENEP - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mendampingi kunjungan lapangan tim program penyusunan kebijakan inovatif pengembangan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (WP3K), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) ke kantor PT PLN (Persero) ULP Sumenep di Jl. Urip Sumoharja, Mastasek, Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng, mengatakan, dari sejumlah sektor yang menjadi perhatian Tim pengembangan WP3K Kementerian PPN/Bappenas, salah satu perhatian utama adalah sektor energi.
"Bersama PLN, Bappenas membahas rencana pengembangan sistem kelistrikan di pulau-pulau kecil melalui konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar minyak menuju Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis baterai," jelas Arif Firmanto, Kepala Bappeda Sumenep. Senin (14/9/2026).
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan dapat menekan penggunaan bahan bakar minyak sekaligus mengurangi biaya produksi listrik, khususnya di wilayah seperti Gili Raja dan Kangean.
Diberitakan sebelumnya, Ketua tim program penyusun kebijakan inovatif pengembangan WP3K Kementerian PPN/Bappenas, ADITYA WIDYA PRADIPTA, mengatakan Sumenep, khususnya Pulau Kangean dan kawasan pesisir, menjadi salah satu lokasi utama dalam kajian nasional bersama Natuna, Sabang, dan Kepulauan Seribu.
Menurutnya, kajian tersebut mencakup lima dimensi utama, yakni transformasi ekonomi, infrastruktur dan konektivitas, ketahanan pangan, air dan energi, serta lingkungan hidup dan sosial ekonomi masyarakat.
"Bappenas menargetkan rekomendasi kebijakan pengembangan WP3K tersebut dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026. Hasil kajian nantinya diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan stadart pembangunan kawasan kepulauan dan prioritas nasional," pungkasnya.
Lebih lanjut, Kepala Bappeda Sumenep mengatakan, bagi Sumenep, kajian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi wilayah kepulauan dalam agenda pembangunan, sekak8gus mendorong agar potensi lokal, mulai dari garam, perikanan, pertanian, energi hingga konektivitas, dapat dikembangkan secara terintegrasi.
Dengan demikian, kunjungan Tim Bappenas ke Sumenep bukan hanya soal melihat kondisi di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses mencari model pembangunan yang lebih sesuai dengan karakter Sumenep sebagai daerah dengan wilayah pesisir dan kepulauan yang luas," pungkasnya.
(Ong)

Posting Komentar
MEDIA MATA BIND