MMB SUMENEP - Dengan mengangkat konsep filosofi Keraton Soengenep serta menghadirkan nuansa Pendepo Agung Keraton, Stand Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep berhasil meraih Juara pertama dalam ajang Madura Culture Fest (MCF) 2026 yang di gelar di GOR A. Yani Kabupaten Sumenep.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng, mengatakan, MCF 2026 yang diikuti Bappeda selama satu pekan, prestasi ini menjadi penutup manis bagi seluruh jajaran Bappeda Sumenep yang sejak awal menyiapkan konsep stand dengan mengangkat filosofi Keraton dengan nuasa Pendopo Agung Songennep.
Menurutnya, stand Bappeda bukan hanya tampil secara visual, stand Bappeda Sumenep membawa pesan tentang identitas budaya, sejarah, musyawarah, serta keterkaitannya dengan perencanaan pembangunan daerah.
Oleh karena itu, Arif Firmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja bersama dalam menyukseskan kehadiran Bappeda di Madura Culture Fest 2026.
"Terima kasih semuanya. Tetap jaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat pengabdian," ucap Arif, kepada awak media, Kamis (3/09/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari motivasi dan kerja bersama seluruh staf di lingkungan Bappeda Sumenep.
"Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama," ujar Arif.
Ia menilai, stand Bappeda dapat terbangun dan terselesaikan dengan baik hingga mampu menjadi bagian dari kemeriahan Madura Culture Fest 2026 karena adanya kerja kolektif.
"Motivasi bersama seluruh staf, sehingga stand Bappeda terbangun, terselesaikan, dimeriahkan acara tiap harinya, berkat kerja keras, cerdas, kekompakan, kebersamaan dan semangat pengabdian," pungkasnya.
Bukan Sekadar Stand Pameran
Sejatinya, konsep stand Bappeda Sumenep di ajang Madura Culture Fest 2026, memang sejak awal dirancang lebih dari sekadar ruang pamer.
Nuansa Keraton menjadi simbol identitas dan kesinambungan sejarah Sumenep. Sementara pendopo dimaknai sebagai ruang terbuka tempat berkumpul, bermusyawarah, menerima aspirasi, dan membangun kesepakatan.
Filosofi tersebut dinilai sejalan dengan posisi Bappeda sebagai institusi yang berperan dalam mengoordinasikan perencanaan pembangunan daerah.
Karena itu, keberhasilan meraih Juara 1 sekaligus menjadi apresiasi terhadap gagasan yang berusaha mempertemukan budaya dengan perencanaan pembangunan.
Di tengah festival yang menghadirkan beragam ekspresi seni dan budaya Madura, stand Bappeda Sumenep tampil membawa pesan bahwa pembangunan daerah tidak harus berjarak dengan akar budaya.
Justru budaya dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun daerah. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Bappeda Sumenep untuk mempertahankan kekompakan dan semangat kerja.
Sebab, sebagaimana pesan Arif, bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas administratif, tetapi bagaimana setiap pekerjaan dapat memberikan manfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Juara 1 menjadi hasil yang terlihat. Namun di baliknya terdapat kerja keras, kekompakan, kreativitas, kebersamaan, dan semangat pengabdian yang menjadi kekuatan utama seluruh jajaran Bappeda Sumenep.
(Ong)

Posting Komentar
MEDIA MATA BIND