MEDIA MATA BIND Aceh Tenggara – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan pembangunan sabo dam dan check dam di wilayah hulu sungai di Kabupaten Aceh Tenggara sebagai langkah strategis untuk mengendalikan banjir bandang serta melindungi infrastruktur vital, khususnya jembatan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan bencana tidak cukup dilakukan di wilayah hilir. Menurutnya, sumber persoalan harus ditangani dari kawasan hulu sungai, tempat material kayu, batu, dan sedimen terbawa aliran deras saat hujan.
“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi sebagai penangkap material sehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” ujar Menteri Dody saat meninjau Jembatan Pantai Dona yang rusak akibat banjir bandang di Aceh Tenggara, Minggu (11/1/2026).
Untuk memperkuat sistem pengendalian banjir, Kementerian PU merencanakan pembangunan sekitar 30 hingga 40 sabo dam dan check dam di sejumlah wilayah rawan banjir di Aceh, termasuk di kawasan hulu Sungai Alas.
Jembatan Pantai Dona yang membentang di atas Sungai Alas merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahman.
“Kalau kita mau membangun jembatan, tidak bisa hanya di titik ini saja. Harus dibarengi dengan pembangunan sabo dam di hulunya agar lebih efisien dan berkelanjutan,” tegas Menteri Dody.
Menteri Dody juga telah menginstruksikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk mempercepat penanganan Jembatan Pantai Dona.
“Saya minta dikerjakan siang dan malam dari dua sisi. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan sudah bisa selesai dan kembali difungsikan,” ujarnya.
Selain itu, Menteri PU turut meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang terdampak banjir bandang pada 27 November 2025. Jembatan tersebut menjadi penghubung empat kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah, serta memiliki peran penting bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Tidak hanya infrastruktur konektivitas, Menteri Dody juga meninjau Puskesmas Jambul Alam yang berada di kawasan rawan banjir. Ia menyatakan bahwa lokasi puskesmas saat ini tidak lagi aman karena berada dekat dasar sungai.
“Puskesmas ini direkomendasikan untuk direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Kita akan menyiapkan lahan dan pembangunan baru agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Melalui kunjungan ini, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga membangun sistem perlindungan infrastruktur yang lebih tangguh guna meminimalkan risiko bencana di masa depan.
Red

Posting Komentar
MEDIA MATA BIND