MMB SUMENEP - Komunitas Peduli Pendidikan (KKP) Sumenep menggelar Talk Show Inspiratif dengan tema 'Transformasi Pendidikan dan Tumbuh Kembang Anak di Era Digital' dan menjadi ruang strategis memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan.
Talk Show Inspiratif yang dirangkai dengan kegiatan halal bi halal yang digelar KKP tersebut, bertempat di HK Resto, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep (Sekdakab), Agus Dwi Saputra, tenaga pendidik, pemerhati pendidikan, serta masyarakat umum, berlangsung hangat penuh keakraban, sebagai wujud sinergitas yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Selasa (28/4/2026).
Sekdakab Sumenep, Agus Dwi Saputra, S. Sos., M. Si, dalam sambutannya mengatakan, transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi, melainkan harus diiringi perubahan pola pikir yang adaptif.
"Transformasi pendidikan bukan sekadar digitalisasi, tetapi perubahan mindset. Jika pola pikir tidak berubah, maka teknologi tidak akan memberi dampak signifikan,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan yang semakin kompleks dihadapi para guru di era digital. Peran guru kini tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter serta memperkuat literasi peserta didik.
"Guru saat ini memikul tanggung jawab besar, tidak hanya mengajar, tetapi juga membangun karakter, kompetensi, dan literasi anak di tengah derasnya arus informasi,” tegasnya
Selain itu kata Agus Dwi Saputra, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi antara sekolah, pemerintah, dan keluarga. Pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak agar tidak terjebak pada penggunaan teknologi yang berlebihan.
Dalam kesempatan yang sama, ketua KPP Sumenep, Abd Rahman, mengatakan bahwa talkshow ini sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan daerah.
"Talkshow ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi ruang kolaborasi untuk melahirkan gagasan konkret demi kemajuan pendidikan di Sumenep," tukasnya.
Abd Rahman juga menegaskan, bahwa KPP berupaya mendorong pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter.
"Kami ingin pendidikan di Sumenep tidak gagap teknologi, namun tetap kokoh dalam menjaga karakter anak. Sinergi semua pihak menjadi kunci utama,” pungkasnya.
(Ong)

Posting Komentar
MEDIA MATA BIND