Mudik Gratis Idul Fitri 2026 Kemenhub DirjenHubla dan Kapal Express Bahari, Diwarnai Pungli Biaya Tiket


MMB SUMENEP- Program mudik gratis Idul Fitri 1447 H/2026, yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Kemenhub DirjenHubla) dan KM. Express Bahari PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur, khususnya di pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, diwarnai praktik pungutan liar (pungli). 

Meskipun sejatinya tiket mudik tersebut tidak diperjualbelikan alias Gratis, namun momentum tahunan itu menjadi arena Pungli yang dilakukan oleh oknum masyarakat tertentu dengan dalih untuk biaya admin tiket sebesar 50 ribu rupiah per satuan lembar tiket. Kamis (12/3/2026)

Informasi telah dihimpun media ini, bahwa sejumlah tiket mudik gratis untuk jadwal pelayaran kamis (12/3/2026) Jam 07.00 WIB, Kapal Express Bahari 1F akan berangkat dari pelabuhan Jangkar Situbondo tujuan pelabuhan Pulau Sapudi Sumenep.

Setidaknya ada 7 (tujuh) jiwa calon penumpang yang menjadi korban dan dapat dijadikan sampling adanya praktik Pungli tiket mudik gratis di pelabuhan Jangkar Situbondo, Jawa Timur. 

Karena 7 jiwa calon penumpang ini gagal berangkat/ikut pelayaran, sehingga tiket yang didapat dengan membayar jasa admin 50.000 rupiah per satuan lembar tiket berpotensi hangus, dan sejumlah calon penumpang itu mengalami kerugian material/keuangan total Rp350.000,-

Menanggapi fenomena praktik Pungli tersebut, Mohammad Nurullah, Kepala cabang kalianget PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur, KM. Express Bahari, pihak operator kapal, sangat menyayangkan terjadinya praktik Pungli di pelabuhan Jangkar Situbondo. 

"Saya pribadi sangat menyayangkan, seharusnya oknum-oknum ini bisa mempertanggung jawabkannya karena ulah meraka itu dapat berdampak merugikan banyak pihak," tukasnya. Rabu (11/3/2026) malam.

Menurutnya, pihak perusahaan (manajemen PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur, red) telah berusaha untuk mendapatkan kouta program mudik gratis Idul Fitri 1447 H/2026 ini.

"Padahal perusahaan kami sudah berusaha dan kerja keras management untuk mendapatkan Program Mudik Gratis ini, malah disalahgunakan," ujar Nurullah panggilannya.

Selain itu kata Nurullah, Pimpinan kami memberikan kesempatan dengan alokasi kuota terbanyak di Kabupaten Sumenep, seharusnya ini adalah manfaat penting untuk Masyarakat Kepulauan. 

"Dengan adanya program ini dapat membantu masyarakat yang akan Mudik ataupun Balik nanti," imbuhnya.

Nurullah berharap, kedepan Masyarakat bisa lebih cermat dalam melakukan pembelian tiket, dan seluruh stakeholder terkait dapat memberikan dukungan demi terlaksananya Program Mudik dan Balik yang Aman, Nyaman, dan Lancar, sehingga manfaat bagi Masyarakat dapat tersalurkan dengan sepenuhnya.

Diketahui bersama, bahwa pendaftaran program mudik gratis ini telah dimulai sejak tanggal 5 Maret 2026 lalu dengan kuota;  5.000 tiket untuk rute pelayaran Kalianget-Kangean, Kangean-Sapeken, Kalianget-Sapeken. 4.500 tiket untuk rute pelayaran Jangkar-Raas. Dan 500 tiket untuk rute pelayaran Jangkar-Sapudi.

"Untuk mendapatkan tiket, calon penumpang harus reservasi melalui aplikasi resmi Express Bahari Mobile, dan melampirkan dokumen identitas diri, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)," pungkasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi melalui sambungan telfon dan pesan singkat whatsapp, pihak PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur cabang Jangkar belum memberikan tanggapan. Media ini akan memberikan ruang terhadap pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi dan tanggapannya.

(Ong)

Post a Comment

MEDIA MATA BIND

Lebih baru Lebih lama